Sumingkir, Januari 2026 – Pendopo Desa Sumingkir pada 14 Januari 2026 menjadi saksi sebuah forum penting yang sarat makna. Di tempat yang selama ini menjadi ruang berkumpul dan bermusyawarah warga, Pemerintah Desa Sumingkir menggelar Musyawarah Desa Penetapan SDGs Desa Tahun 2025. Sebuah forum yang bukan hanya membahas data, tetapi juga menyatukan pandangan, harapan, dan komitmen bersama untuk masa depan desa.
Musyawarah desa ini dipimpin langsung oleh Ketua BPD Desa Sumingkir, Suswandi, S.Pd., M.Pd., yang menjalankan perannya sebagai pimpinan rapat dengan penuh kehati-hatian dan keterbukaan. Jalannya musyawarah berlangsung tertib, demokratis, dan memberi ruang partisipasi bagi seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Jeruklegi, Irwan Arianto, S.STP., M.Si., sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap pembangunan desa berbasis data. Turut hadir Kepala Desa Sumingkir, Yunaedi, beserta perangkat desa, anggota BPD, lembaga kemasyarakatan desa, pendamping desa, serta perwakilan tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan pemuda.
Sejak awal acara, suasana pendopo terasa hangat dan penuh kebersamaan. Musyawarah ini merupakan tahapan lanjutan dari proses pendataan SDGs Desa yang telah dilakukan oleh tim pendata dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga. Data yang dihimpun kemudian dipaparkan dan dibahas bersama sebagai potret nyata kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Desa Sumingkir.
Dalam pemaparannya, data SDGs Desa tidak diposisikan sebagai sekadar angka atau laporan administratif. Melalui diskusi yang hidup, peserta musyawarah menelaah data tersebut sebagai cerminan kehidupan warga sehari-hari—tentang kesejahteraan keluarga, akses pendidikan, kesehatan, kondisi lingkungan, hingga potensi dan tantangan desa ke depan.
Camat Jeruklegi, Irwan Arianto, S.STP., M.Si., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musyawarah Desa Penetapan SDGs Desa Sumingkir. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan desa yang baik harus berangkat dari data yang akurat dan disepakati bersama melalui musyawarah, agar setiap kebijakan dan program benar-benar tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Sumingkir, Suswandi, S.Pd., M.Pd., selaku pimpinan rapat, menekankan pentingnya peran musyawarah desa sebagai ruang demokrasi di tingkat desa. Menurutnya, penetapan SDGs Desa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat, sehingga hasilnya dapat menjadi landasan kuat dalam perencanaan pembangunan desa.
Kepala Desa Sumingkir, Yunaedi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa SDGs Desa adalah kompas pembangunan desa. “Data SDGs Desa ini adalah gambaran nyata kondisi masyarakat kita. Dari sinilah kita belajar, merencanakan, dan bergerak bersama. Pembangunan desa akan berhasil jika dijalankan secara gotong royong,” ujarnya.
Hasil dari Musyawarah Desa Penetapan SDGs Desa Tahun 2025 ini selanjutnya ditetapkan sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dan arah kebijakan pembangunan Desa Sumingkir di tahun-tahun mendatang. Dengan data yang telah disepakati bersama, diharapkan setiap program desa mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mendukung terwujudnya desa yang berkelanjutan.
Melalui musyawarah yang digelar di Pendopo Desa Sumingkir ini, satu pesan penting kembali ditegaskan: pembangunan desa bukan hanya tugas pemerintah desa, tetapi hasil dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Menyatukan data, menyatukan harapan, dan melangkah bersama demi Desa Sumingkir yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

